![]() |
| ilustrasi |
Surat elektronik atau biasa
disebut sebagai e-mail sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang pada era
teknologi maju seperti sekarang ini. Berbagai manfaat dari mulai registrasi,
bisnis, pekerjaan, dan lainnya menjadikan e-mail menjadi komponen penting dalam
kehidupan kita pada era teknologi maju saat ini. Namun pengetahuan sebatas
membuat akun e-mail saja tidaklah cukup, kita juga harus mengetahui bagaimana
etika menggunakan e-mail dalam kehidupan kita sehari-hari.
Etika
penggunaan surat elektronik
Etika dalam surat elektronik
sama dengan etika dalam menulis surat biasa. Ada surat elektronik yang isinya
formal ada yang informal. Beberapa poin penting:
- Jangan mengirim surat elektronik dengan lampiran (attachment) yang terlalu besar (lebih dari 512 kB). Tidak semua orang mempunyai akses Internet yang cepat, dan ada kemungkinan lampiran tersebut melebihi kapasitas surat elektronik penerima, sehingga akan ditolak mailserver penerima. Selain itu, perhatikan juga bahwa beberapa penyedia surat elektronik juga menerapkan batasan tentang jumlah, jenis, dan ukuran surat elektronik yang dapat diterima (dan dikirim) penggunanya,
- Jangan mengirim lanjut (forward) surat elektronik tanpa berpikir kegunaan bagi orang yang dituju.
- Selalu isi kolom subjek, jangan dibiarkan kosong.
- Dalam mengutip tulisan orang lain, selalu usahakan mengutip seperlunya, jangan mau gampangnya mengutip seluruh tulisan orang itu:
o
dalam menjawab surat elektronik orang lain,
kutip bagian yang kita tanggapi saja, selain lebih jelas juga tidak memakan
waktu / jatah akses penerima,
o
dalam mengutip tulisan orang ketiga, ingat
hak cipta: kutip sesedikit mungkin dan rujuk ke tulisan aslinya.
- Jangan menggunakan huruf kapital karena dapat menimbulkan kesan anda BERTERIAK.
- Gunakan kata-kata dengan santun. Adakalanya sesuatu yang kita tulis akan terkesan berbeda dengan apa yang sebetulnya kita maksudkan.
“Selalu isi kolom subjek, jangan dibiarkan kosong” hal
seperti ini sering kita lihat pada inbox akun email kita, adanya email yang
masuk tanpa subjek yang jelas atau sama sekali tidak bersubjek namun
pengirimnya adalah salah satu kontak kita. Mungkin kita tanpa sadar juga
melakukan hal tersebut pada salah satu kontak kita, maka dapat dipastikan akun
email kita terkena virus yang menyebabkan akun kita melakukan tindakan
spamming. Untuk menghindari hal tersebut terjadi pada akun kita, sebaiknya
jangan membuka email yang subjeknya tidak jelas atau tanpa subjek sama sekali. Perlu
diketahui bahwa hal seperti ini sangatlah menganggu kita yang aktif menggunakan
email dalam kegiatan sehari-hari. Namun hal seperti ini juga jangan menjadi
alasan kita tidak mau menggunakan email lagi, kita hanya perlu lebih waspada
lagi dalam menggunakan email agar tidak merugikan orang lain.
“Jangan menggunakan huruf kapital karena dapat
menimbulkan kesan anda BERTERIAK” hal seperti ini terkait dengan etika kita
berbicara pada seseorang, tahun 2008 telah diresimkan UU ITE (Informasi dan
Transaksi Elektronik) yang mengatur kegiatan kita dalam dunia maya, maka dari
itu perbuatan yang kita lakukan dalam dunia maya saat ini harus dapat kita
pertanggung jawabkan. Terutama untuk penggunaan email dalam bisnis jual beli,
bukan hanya penjual saja yang harus mematuhi UU ITE namun pembeli juga harus memperhatikan
sikapnya untuk tidak memaksa penjual dengan melakukan pengiriman email
berkali-kali menanyakan hal yang sama terus menerus apalagi dengan menggunakan
huruf kapital yang terkesan memaksa. Hal tersebut bisa dikategorikan sebagai seorang
spammer dan dilarang dalam undang-undang.
Kemajuan teknologi hendaknya kita seimbangkan dengan
pengetahuan kita terhadap teknologi tersebut, dengan begitu kita bisa mengalami
kemajuan dalam menggunakan dan memahami apa teknologi yang sedang kita gunakan.
Kedua persoalan di atas yang mungkin sering terjadi pada pengguna email saat
ini, teknologi bukan hanya mempunyai sisi positif dalam perkembangannya, namun
adapula sisi negatif terkait penggunaannya. Seperti email tanpa subjek yang
bisa membahayakan akun email kita dan menjadikan kita spammer, hendaknya kita
dapat mengantisipasi hal tersebut sehingga tidak timbul rasa cemas atau takut
menggunakan email karena kita telah memahami bagaimana menanggapi hal tersebut.
Kemudian dalam etika berbicara ketika melakukan penawaran dalam penggunaanya
sebagai alat berbisnis, hindari kata-kata yang ditulis menggunakan huruf
kapital yang berkesan memaksa atau marah serta jangan terus menerus mengirim
email dengan isi yang sama karena lama menunggu balasan, hal tersebut bisa
dikategorikan sebagai spam yang dilanggar oleh undang-undang karena menganggu
salah satu pihak.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut maka kemajuan
teknologi juga memajukan intelektualitas kita sebagai pengguna teknologi
tersebut, bukan membuat kita menjadi terganggu dan menjadi penyebab utama
stress dan kecemasan. Karena kalau kita memahami teknologi tersebut tentu kita
dapat mengambil langkah terbaik dalam menghadapi dampak negatif yang timbul
dari penggunaan teknologi tersebut dalam hal ini e-mail sebagai teknologinya.

No comments:
Post a Comment