Monday, July 23, 2012

Etika ber- e-mail


ilustrasi
Surat elektronik atau biasa disebut sebagai e-mail sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang pada era teknologi maju seperti sekarang ini. Berbagai manfaat dari mulai registrasi, bisnis, pekerjaan, dan lainnya menjadikan e-mail menjadi komponen penting dalam kehidupan kita pada era teknologi maju saat ini. Namun pengetahuan sebatas membuat akun e-mail saja tidaklah cukup, kita juga harus mengetahui bagaimana etika menggunakan e-mail dalam kehidupan kita sehari-hari.

Etika penggunaan surat elektronik
Etika dalam surat elektronik sama dengan etika dalam menulis surat biasa. Ada surat elektronik yang isinya formal ada yang informal. Beberapa poin penting:
  •  Jangan mengirim surat elektronik dengan lampiran (attachment) yang terlalu besar (lebih dari 512 kB). Tidak semua orang mempunyai akses Internet yang cepat, dan ada kemungkinan lampiran tersebut melebihi kapasitas surat elektronik penerima, sehingga akan ditolak mailserver penerima. Selain itu, perhatikan juga bahwa beberapa penyedia surat elektronik juga menerapkan batasan tentang jumlah, jenis, dan ukuran surat elektronik yang dapat diterima (dan dikirim) penggunanya,
  •  Jangan mengirim lanjut (forward) surat elektronik tanpa berpikir kegunaan bagi orang yang dituju.
  • Selalu isi kolom subjek, jangan dibiarkan kosong.
  • Dalam mengutip tulisan orang lain, selalu usahakan mengutip seperlunya, jangan mau gampangnya mengutip seluruh tulisan orang itu:

o    dalam menjawab surat elektronik orang lain, kutip bagian yang kita tanggapi saja, selain lebih jelas juga tidak memakan waktu / jatah akses penerima,
o    dalam mengutip tulisan orang ketiga, ingat hak cipta: kutip sesedikit mungkin dan rujuk ke tulisan aslinya.
  • Jangan menggunakan huruf kapital karena dapat menimbulkan kesan anda BERTERIAK.
  • Gunakan kata-kata dengan santun. Adakalanya sesuatu yang kita tulis akan terkesan berbeda dengan apa yang sebetulnya kita maksudkan.


“Selalu isi kolom subjek, jangan dibiarkan kosong” hal seperti ini sering kita lihat pada inbox akun email kita, adanya email yang masuk tanpa subjek yang jelas atau sama sekali tidak bersubjek namun pengirimnya adalah salah satu kontak kita. Mungkin kita tanpa sadar juga melakukan hal tersebut pada salah satu kontak kita, maka dapat dipastikan akun email kita terkena virus yang menyebabkan akun kita melakukan tindakan spamming. Untuk menghindari hal tersebut terjadi pada akun kita, sebaiknya jangan membuka email yang subjeknya tidak jelas atau tanpa subjek sama sekali. Perlu diketahui bahwa hal seperti ini sangatlah menganggu kita yang aktif menggunakan email dalam kegiatan sehari-hari. Namun hal seperti ini juga jangan menjadi alasan kita tidak mau menggunakan email lagi, kita hanya perlu lebih waspada lagi dalam menggunakan email agar tidak merugikan orang lain.

“Jangan menggunakan huruf kapital karena dapat menimbulkan kesan anda BERTERIAK” hal seperti ini terkait dengan etika kita berbicara pada seseorang, tahun 2008 telah diresimkan UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang mengatur kegiatan kita dalam dunia maya, maka dari itu perbuatan yang kita lakukan dalam dunia maya saat ini harus dapat kita pertanggung jawabkan. Terutama untuk penggunaan email dalam bisnis jual beli, bukan hanya penjual saja yang harus mematuhi UU ITE namun pembeli juga harus memperhatikan sikapnya untuk tidak memaksa penjual dengan melakukan pengiriman email berkali-kali menanyakan hal yang sama terus menerus apalagi dengan menggunakan huruf kapital yang terkesan memaksa. Hal tersebut bisa dikategorikan sebagai seorang spammer dan dilarang dalam undang-undang.

Kemajuan teknologi hendaknya kita seimbangkan dengan pengetahuan kita terhadap teknologi tersebut, dengan begitu kita bisa mengalami kemajuan dalam menggunakan dan memahami apa teknologi yang sedang kita gunakan. Kedua persoalan di atas yang mungkin sering terjadi pada pengguna email saat ini, teknologi bukan hanya mempunyai sisi positif dalam perkembangannya, namun adapula sisi negatif terkait penggunaannya. Seperti email tanpa subjek yang bisa membahayakan akun email kita dan menjadikan kita spammer, hendaknya kita dapat mengantisipasi hal tersebut sehingga tidak timbul rasa cemas atau takut menggunakan email karena kita telah memahami bagaimana menanggapi hal tersebut. Kemudian dalam etika berbicara ketika melakukan penawaran dalam penggunaanya sebagai alat berbisnis, hindari kata-kata yang ditulis menggunakan huruf kapital yang berkesan memaksa atau marah serta jangan terus menerus mengirim email dengan isi yang sama karena lama menunggu balasan, hal tersebut bisa dikategorikan sebagai spam yang dilanggar oleh undang-undang karena menganggu salah satu pihak.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut maka kemajuan teknologi juga memajukan intelektualitas kita sebagai pengguna teknologi tersebut, bukan membuat kita menjadi terganggu dan menjadi penyebab utama stress dan kecemasan. Karena kalau kita memahami teknologi tersebut tentu kita dapat mengambil langkah terbaik dalam menghadapi dampak negatif yang timbul dari penggunaan teknologi tersebut dalam hal ini e-mail sebagai teknologinya.